Masyarakat Diminta Manfaatkan Kemudahan Teknologi untuk Pemilu
Liputan6.com, Jakarta - Salah satu direktur Tim Pemenangan
Nasional (TPN) Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga
Uno, Ferry Mursyidan Baldan menjelaskan efektivitas pemanfaatan
teknologi informasi dalam politik atau digitalisasi politik menghadapi Pemilu 2019.
"Perkembangan teknologi informasi (IT) menghadirkan perangkat digital yang banyak mengubah dan memudahkan kehidupan masyarakat penggunanya," ujar Ferry, seperti dikutip dari Antara, Senin (12/11/2018).
Menurutnya, dalam konteks politik, kemajuan IT sangat kuat mempengaruhi mekanisme, proses, dan bahkan sentuhan dalam politik atau Pemilu.
"Namun di sisi lain, pemanfataan tools IT juga dapat membuat mekanisme dan proses politik menjadi kering dan menjauhkan politik sebagai seni," ucap Ferry.
Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional ini juga menilai, digitalisasi politik memberikan manfaat besar dalam penyampaian visi dan misi, narasi yang membangun opini publik, bahkan mengoptimalkan beberapa tahapan Pemilu.
"Digitalisasi politik dalam tahapan kampanye dan kontrol penghitungan suara juga akan meningkatkan kualitas Pemilu," kata dia.
Sebaliknya, lanjut Ferry, jika keliru dalam menggunakan tools digital, akan membuat proses politik berpotensi menjadi ruang konflik, baik di antara peserta Pemilu maupun antara peserta Pemilu dengan penyelenggara Pemilu.
"Dalam konteks penggalangan dan media interaksi Pemilu, digitalisasi politik justru berpotensi membuat masalah baru dalam proses politik," tutur Ferry.
"Perkembangan teknologi informasi (IT) menghadirkan perangkat digital yang banyak mengubah dan memudahkan kehidupan masyarakat penggunanya," ujar Ferry, seperti dikutip dari Antara, Senin (12/11/2018).
Menurutnya, dalam konteks politik, kemajuan IT sangat kuat mempengaruhi mekanisme, proses, dan bahkan sentuhan dalam politik atau Pemilu.
"Namun di sisi lain, pemanfataan tools IT juga dapat membuat mekanisme dan proses politik menjadi kering dan menjauhkan politik sebagai seni," ucap Ferry.
Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional ini juga menilai, digitalisasi politik memberikan manfaat besar dalam penyampaian visi dan misi, narasi yang membangun opini publik, bahkan mengoptimalkan beberapa tahapan Pemilu.
"Digitalisasi politik dalam tahapan kampanye dan kontrol penghitungan suara juga akan meningkatkan kualitas Pemilu," kata dia.
Sebaliknya, lanjut Ferry, jika keliru dalam menggunakan tools digital, akan membuat proses politik berpotensi menjadi ruang konflik, baik di antara peserta Pemilu maupun antara peserta Pemilu dengan penyelenggara Pemilu.
"Dalam konteks penggalangan dan media interaksi Pemilu, digitalisasi politik justru berpotensi membuat masalah baru dalam proses politik," tutur Ferry.
Menurut
Ferry, satu hal penting yang belum dapat diterapkan pada Pemilu 2019
justru proses pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS).
"Proses pengawalan terhadap hasil pemungutan suara, dengan keserentakan pelaksanaan Pemilu, maka peserta Pemilu dapat menyampaikan laporan lengkapnya melalui saksi di TPS, seperti jumlah pemilih yang datang, jumlah surat suara yang rusak, sisa surat suara, dan hasil penghitungan suara pada tiap jenis pemilihan," jelas Ferry.
sumber : https://www.liputan6.com/pileg/read/3690105/masyarakat-diminta-manfaatkan-kemudahan-teknologi-untuk-pemilu
"Proses pengawalan terhadap hasil pemungutan suara, dengan keserentakan pelaksanaan Pemilu, maka peserta Pemilu dapat menyampaikan laporan lengkapnya melalui saksi di TPS, seperti jumlah pemilih yang datang, jumlah surat suara yang rusak, sisa surat suara, dan hasil penghitungan suara pada tiap jenis pemilihan," jelas Ferry.
sumber : https://www.liputan6.com/pileg/read/3690105/masyarakat-diminta-manfaatkan-kemudahan-teknologi-untuk-pemilu
Komentar
Posting Komentar